Bangkit dari Puing Cinta Semua Episode

27 Semua Episode

Bangkit dari Puing Cinta episode 21

Episode 21 - Bangkit dari Puing Cinta

Sehari semalam aku menunggu di luar UGD, hanya untuk menerima kabar kepergian ibuku. Aku menelepon suamiku, Adam, tapi desahan wanita yang justru terdengar. Dia pasti sedang asyik dalam pelukan wanita lain. Air mata mengalir di pipiku saat aku berusaha menahan suara agar tak bergetar. 'Seratus juta dolar.' Suara marahnya terdengar di telepon. 'Elizabeth, apa aku terlalu memanjakanmu selama tiga tahun ini? Sampai kamu merasa berhak memeras aku layaknya perampok?' 'Jangan bilang ibumu cuma kaget sedikit. Sekalipun dia benar-benar mati, nyawanya nggak bernilai seratus juta dolar, paham?' Sebelum panggilan berakhir, suara wanita itu kembali terdengar: 'Sayang, aku udah nggak tahan lagi...'
Bangkit dari Puing Cinta episode 22

Episode 22 - Bangkit dari Puing Cinta

Sehari semalam aku menunggu di luar UGD, hanya untuk menerima kabar kepergian ibuku. Aku menelepon suamiku, Adam, tapi desahan wanita yang justru terdengar. Dia pasti sedang asyik dalam pelukan wanita lain. Air mata mengalir di pipiku saat aku berusaha menahan suara agar tak bergetar. 'Seratus juta dolar.' Suara marahnya terdengar di telepon. 'Elizabeth, apa aku terlalu memanjakanmu selama tiga tahun ini? Sampai kamu merasa berhak memeras aku layaknya perampok?' 'Jangan bilang ibumu cuma kaget sedikit. Sekalipun dia benar-benar mati, nyawanya nggak bernilai seratus juta dolar, paham?' Sebelum panggilan berakhir, suara wanita itu kembali terdengar: 'Sayang, aku udah nggak tahan lagi...'
Bangkit dari Puing Cinta episode 23

Episode 23 - Bangkit dari Puing Cinta

Sehari semalam aku menunggu di luar UGD, hanya untuk menerima kabar kepergian ibuku. Aku menelepon suamiku, Adam, tapi desahan wanita yang justru terdengar. Dia pasti sedang asyik dalam pelukan wanita lain. Air mata mengalir di pipiku saat aku berusaha menahan suara agar tak bergetar. 'Seratus juta dolar.' Suara marahnya terdengar di telepon. 'Elizabeth, apa aku terlalu memanjakanmu selama tiga tahun ini? Sampai kamu merasa berhak memeras aku layaknya perampok?' 'Jangan bilang ibumu cuma kaget sedikit. Sekalipun dia benar-benar mati, nyawanya nggak bernilai seratus juta dolar, paham?' Sebelum panggilan berakhir, suara wanita itu kembali terdengar: 'Sayang, aku udah nggak tahan lagi...'
Bangkit dari Puing Cinta episode 24

Episode 24 - Bangkit dari Puing Cinta

Sehari semalam aku menunggu di luar UGD, hanya untuk menerima kabar kepergian ibuku. Aku menelepon suamiku, Adam, tapi desahan wanita yang justru terdengar. Dia pasti sedang asyik dalam pelukan wanita lain. Air mata mengalir di pipiku saat aku berusaha menahan suara agar tak bergetar. 'Seratus juta dolar.' Suara marahnya terdengar di telepon. 'Elizabeth, apa aku terlalu memanjakanmu selama tiga tahun ini? Sampai kamu merasa berhak memeras aku layaknya perampok?' 'Jangan bilang ibumu cuma kaget sedikit. Sekalipun dia benar-benar mati, nyawanya nggak bernilai seratus juta dolar, paham?' Sebelum panggilan berakhir, suara wanita itu kembali terdengar: 'Sayang, aku udah nggak tahan lagi...'
Bangkit dari Puing Cinta episode 25

Episode 25 - Bangkit dari Puing Cinta

Sehari semalam aku menunggu di luar UGD, hanya untuk menerima kabar kepergian ibuku. Aku menelepon suamiku, Adam, tapi desahan wanita yang justru terdengar. Dia pasti sedang asyik dalam pelukan wanita lain. Air mata mengalir di pipiku saat aku berusaha menahan suara agar tak bergetar. 'Seratus juta dolar.' Suara marahnya terdengar di telepon. 'Elizabeth, apa aku terlalu memanjakanmu selama tiga tahun ini? Sampai kamu merasa berhak memeras aku layaknya perampok?' 'Jangan bilang ibumu cuma kaget sedikit. Sekalipun dia benar-benar mati, nyawanya nggak bernilai seratus juta dolar, paham?' Sebelum panggilan berakhir, suara wanita itu kembali terdengar: 'Sayang, aku udah nggak tahan lagi...'
Bangkit dari Puing Cinta episode 26

Episode 26 - Bangkit dari Puing Cinta

Sehari semalam aku menunggu di luar UGD, hanya untuk menerima kabar kepergian ibuku. Aku menelepon suamiku, Adam, tapi desahan wanita yang justru terdengar. Dia pasti sedang asyik dalam pelukan wanita lain. Air mata mengalir di pipiku saat aku berusaha menahan suara agar tak bergetar. 'Seratus juta dolar.' Suara marahnya terdengar di telepon. 'Elizabeth, apa aku terlalu memanjakanmu selama tiga tahun ini? Sampai kamu merasa berhak memeras aku layaknya perampok?' 'Jangan bilang ibumu cuma kaget sedikit. Sekalipun dia benar-benar mati, nyawanya nggak bernilai seratus juta dolar, paham?' Sebelum panggilan berakhir, suara wanita itu kembali terdengar: 'Sayang, aku udah nggak tahan lagi...'
Bangkit dari Puing Cinta episode 27

Episode 27 - Bangkit dari Puing Cinta

Sehari semalam aku menunggu di luar UGD, hanya untuk menerima kabar kepergian ibuku. Aku menelepon suamiku, Adam, tapi desahan wanita yang justru terdengar. Dia pasti sedang asyik dalam pelukan wanita lain. Air mata mengalir di pipiku saat aku berusaha menahan suara agar tak bergetar. 'Seratus juta dolar.' Suara marahnya terdengar di telepon. 'Elizabeth, apa aku terlalu memanjakanmu selama tiga tahun ini? Sampai kamu merasa berhak memeras aku layaknya perampok?' 'Jangan bilang ibumu cuma kaget sedikit. Sekalipun dia benar-benar mati, nyawanya nggak bernilai seratus juta dolar, paham?' Sebelum panggilan berakhir, suara wanita itu kembali terdengar: 'Sayang, aku udah nggak tahan lagi...'
reelshort-logo
Eksklusif di Aplikasi: Buka Gratis
Buka