Saat Dia Berlutut, Aku Memilih Tahta Semua Episode

76 Semua Episode

Saat Dia Berlutut, Aku Memilih Tahta episode 31

Episode 31 - Saat Dia Berlutut, Aku Memilih Tahta

Di kantin kampus, putra konglomerat Rio Lingga mengulurkan kartu emas sebagai bantuan. Sonia langsung menepisnya dan membentak, “Jangan hina aku dengan uang kotormu!” Kartu itu jatuh ke lantai. Aku, yang bahkan lebih terdesak darinya, segera memungutnya dan mengembalikannya dengan hormat. Tatapan Rio berubah tipis, lalu dia berkata tenang, “Kalau kamu bisa membujuk Sonia menerima kartu ini, aku juga akan membiayaimu. Uang kuliah dan biaya hidupmu kutanggung semua.” Di satu sisi ada harga diri yang menolak kekayaan, di sisi lain ada kenyataan yang memaksa menunduk. Dari sanalah jalan takdir kami berdua mulai bercabang.
Saat Dia Berlutut, Aku Memilih Tahta episode 32

Episode 32 - Saat Dia Berlutut, Aku Memilih Tahta

Di kantin kampus, putra konglomerat Rio Lingga mengulurkan kartu emas sebagai bantuan. Sonia langsung menepisnya dan membentak, “Jangan hina aku dengan uang kotormu!” Kartu itu jatuh ke lantai. Aku, yang bahkan lebih terdesak darinya, segera memungutnya dan mengembalikannya dengan hormat. Tatapan Rio berubah tipis, lalu dia berkata tenang, “Kalau kamu bisa membujuk Sonia menerima kartu ini, aku juga akan membiayaimu. Uang kuliah dan biaya hidupmu kutanggung semua.” Di satu sisi ada harga diri yang menolak kekayaan, di sisi lain ada kenyataan yang memaksa menunduk. Dari sanalah jalan takdir kami berdua mulai bercabang.
Saat Dia Berlutut, Aku Memilih Tahta episode 33

Episode 33 - Saat Dia Berlutut, Aku Memilih Tahta

Di kantin kampus, putra konglomerat Rio Lingga mengulurkan kartu emas sebagai bantuan. Sonia langsung menepisnya dan membentak, “Jangan hina aku dengan uang kotormu!” Kartu itu jatuh ke lantai. Aku, yang bahkan lebih terdesak darinya, segera memungutnya dan mengembalikannya dengan hormat. Tatapan Rio berubah tipis, lalu dia berkata tenang, “Kalau kamu bisa membujuk Sonia menerima kartu ini, aku juga akan membiayaimu. Uang kuliah dan biaya hidupmu kutanggung semua.” Di satu sisi ada harga diri yang menolak kekayaan, di sisi lain ada kenyataan yang memaksa menunduk. Dari sanalah jalan takdir kami berdua mulai bercabang.
Saat Dia Berlutut, Aku Memilih Tahta episode 34

Episode 34 - Saat Dia Berlutut, Aku Memilih Tahta

Di kantin kampus, putra konglomerat Rio Lingga mengulurkan kartu emas sebagai bantuan. Sonia langsung menepisnya dan membentak, “Jangan hina aku dengan uang kotormu!” Kartu itu jatuh ke lantai. Aku, yang bahkan lebih terdesak darinya, segera memungutnya dan mengembalikannya dengan hormat. Tatapan Rio berubah tipis, lalu dia berkata tenang, “Kalau kamu bisa membujuk Sonia menerima kartu ini, aku juga akan membiayaimu. Uang kuliah dan biaya hidupmu kutanggung semua.” Di satu sisi ada harga diri yang menolak kekayaan, di sisi lain ada kenyataan yang memaksa menunduk. Dari sanalah jalan takdir kami berdua mulai bercabang.
Saat Dia Berlutut, Aku Memilih Tahta episode 35

Episode 35 - Saat Dia Berlutut, Aku Memilih Tahta

Di kantin kampus, putra konglomerat Rio Lingga mengulurkan kartu emas sebagai bantuan. Sonia langsung menepisnya dan membentak, “Jangan hina aku dengan uang kotormu!” Kartu itu jatuh ke lantai. Aku, yang bahkan lebih terdesak darinya, segera memungutnya dan mengembalikannya dengan hormat. Tatapan Rio berubah tipis, lalu dia berkata tenang, “Kalau kamu bisa membujuk Sonia menerima kartu ini, aku juga akan membiayaimu. Uang kuliah dan biaya hidupmu kutanggung semua.” Di satu sisi ada harga diri yang menolak kekayaan, di sisi lain ada kenyataan yang memaksa menunduk. Dari sanalah jalan takdir kami berdua mulai bercabang.
Saat Dia Berlutut, Aku Memilih Tahta episode 36

Episode 36 - Saat Dia Berlutut, Aku Memilih Tahta

Di kantin kampus, putra konglomerat Rio Lingga mengulurkan kartu emas sebagai bantuan. Sonia langsung menepisnya dan membentak, “Jangan hina aku dengan uang kotormu!” Kartu itu jatuh ke lantai. Aku, yang bahkan lebih terdesak darinya, segera memungutnya dan mengembalikannya dengan hormat. Tatapan Rio berubah tipis, lalu dia berkata tenang, “Kalau kamu bisa membujuk Sonia menerima kartu ini, aku juga akan membiayaimu. Uang kuliah dan biaya hidupmu kutanggung semua.” Di satu sisi ada harga diri yang menolak kekayaan, di sisi lain ada kenyataan yang memaksa menunduk. Dari sanalah jalan takdir kami berdua mulai bercabang.
Saat Dia Berlutut, Aku Memilih Tahta episode 37

Episode 37 - Saat Dia Berlutut, Aku Memilih Tahta

Di kantin kampus, putra konglomerat Rio Lingga mengulurkan kartu emas sebagai bantuan. Sonia langsung menepisnya dan membentak, “Jangan hina aku dengan uang kotormu!” Kartu itu jatuh ke lantai. Aku, yang bahkan lebih terdesak darinya, segera memungutnya dan mengembalikannya dengan hormat. Tatapan Rio berubah tipis, lalu dia berkata tenang, “Kalau kamu bisa membujuk Sonia menerima kartu ini, aku juga akan membiayaimu. Uang kuliah dan biaya hidupmu kutanggung semua.” Di satu sisi ada harga diri yang menolak kekayaan, di sisi lain ada kenyataan yang memaksa menunduk. Dari sanalah jalan takdir kami berdua mulai bercabang.
Saat Dia Berlutut, Aku Memilih Tahta episode 38

Episode 38 - Saat Dia Berlutut, Aku Memilih Tahta

Di kantin kampus, putra konglomerat Rio Lingga mengulurkan kartu emas sebagai bantuan. Sonia langsung menepisnya dan membentak, “Jangan hina aku dengan uang kotormu!” Kartu itu jatuh ke lantai. Aku, yang bahkan lebih terdesak darinya, segera memungutnya dan mengembalikannya dengan hormat. Tatapan Rio berubah tipis, lalu dia berkata tenang, “Kalau kamu bisa membujuk Sonia menerima kartu ini, aku juga akan membiayaimu. Uang kuliah dan biaya hidupmu kutanggung semua.” Di satu sisi ada harga diri yang menolak kekayaan, di sisi lain ada kenyataan yang memaksa menunduk. Dari sanalah jalan takdir kami berdua mulai bercabang.
Saat Dia Berlutut, Aku Memilih Tahta episode 39

Episode 39 - Saat Dia Berlutut, Aku Memilih Tahta

Di kantin kampus, putra konglomerat Rio Lingga mengulurkan kartu emas sebagai bantuan. Sonia langsung menepisnya dan membentak, “Jangan hina aku dengan uang kotormu!” Kartu itu jatuh ke lantai. Aku, yang bahkan lebih terdesak darinya, segera memungutnya dan mengembalikannya dengan hormat. Tatapan Rio berubah tipis, lalu dia berkata tenang, “Kalau kamu bisa membujuk Sonia menerima kartu ini, aku juga akan membiayaimu. Uang kuliah dan biaya hidupmu kutanggung semua.” Di satu sisi ada harga diri yang menolak kekayaan, di sisi lain ada kenyataan yang memaksa menunduk. Dari sanalah jalan takdir kami berdua mulai bercabang.
Saat Dia Berlutut, Aku Memilih Tahta episode 40

Episode 40 - Saat Dia Berlutut, Aku Memilih Tahta

Di kantin kampus, putra konglomerat Rio Lingga mengulurkan kartu emas sebagai bantuan. Sonia langsung menepisnya dan membentak, “Jangan hina aku dengan uang kotormu!” Kartu itu jatuh ke lantai. Aku, yang bahkan lebih terdesak darinya, segera memungutnya dan mengembalikannya dengan hormat. Tatapan Rio berubah tipis, lalu dia berkata tenang, “Kalau kamu bisa membujuk Sonia menerima kartu ini, aku juga akan membiayaimu. Uang kuliah dan biaya hidupmu kutanggung semua.” Di satu sisi ada harga diri yang menolak kekayaan, di sisi lain ada kenyataan yang memaksa menunduk. Dari sanalah jalan takdir kami berdua mulai bercabang.
1...4...8
reelshort-logo
Dapatkan ReelShort untuk menontonnya secara gratis
Membuka