Si Pendek Dewa Basket Semua Episode
89 Semua Episode
EP 37Episode 37
Bintang basket NBA, Raka, tewas dalam kecelakaan helikopter, tapi jiwanya justru merasuki Gavin, remaja bertubuh mungil dengan tinggi hanya 165 cm yang selama ini diejek sebagai "si cebol".
Mewarisi kemampuan basket tingkat dewa, Gavin langsung memecahkan rekor lompatan milik pendiri tim Bara Petir, mengejutkan semua orang. Namun, sang kapten Stefan, yang dipenuhi iri dan prasangka, terus mempermalukannya, bahkan dengan sengaja mencederai kakak Gavin, yaitu Aldi, saat seleksi tim.
Diliputi amarah, Gavin berubah menjadi mimpi buruk di lapangan. Dia menundukkan lawan dan membawa timnya bangkit. Saat menghadapi tim Mahajaya yang diperkuat bintang CBA, mereka tertinggal 32 poin. Gavin kemudian membalikkan keadaan lewat aksi luar biasa: mengejar ketertinggalan hanya dalam 45 detik dan menutup pertandingan dengan slam dunk penentu kemenangan 1,8 detik sebelum bel berbunyi.
Dia pun menggagalkan permainan curang, keputusan wasit yang berat sebelah, dan membuktikan bahwa tinggi badan bukanlah batas. Kemampuanlah yang menentukan segalanya.
EP 38Episode 38
Bintang basket NBA, Raka, tewas dalam kecelakaan helikopter, tapi jiwanya justru merasuki Gavin, remaja bertubuh mungil dengan tinggi hanya 165 cm yang selama ini diejek sebagai "si cebol".
Mewarisi kemampuan basket tingkat dewa, Gavin langsung memecahkan rekor lompatan milik pendiri tim Bara Petir, mengejutkan semua orang. Namun, sang kapten Stefan, yang dipenuhi iri dan prasangka, terus mempermalukannya, bahkan dengan sengaja mencederai kakak Gavin, yaitu Aldi, saat seleksi tim.
Diliputi amarah, Gavin berubah menjadi mimpi buruk di lapangan. Dia menundukkan lawan dan membawa timnya bangkit. Saat menghadapi tim Mahajaya yang diperkuat bintang CBA, mereka tertinggal 32 poin. Gavin kemudian membalikkan keadaan lewat aksi luar biasa: mengejar ketertinggalan hanya dalam 45 detik dan menutup pertandingan dengan slam dunk penentu kemenangan 1,8 detik sebelum bel berbunyi.
Dia pun menggagalkan permainan curang, keputusan wasit yang berat sebelah, dan membuktikan bahwa tinggi badan bukanlah batas. Kemampuanlah yang menentukan segalanya.
EP 39Episode 39
Bintang basket NBA, Raka, tewas dalam kecelakaan helikopter, tapi jiwanya justru merasuki Gavin, remaja bertubuh mungil dengan tinggi hanya 165 cm yang selama ini diejek sebagai "si cebol".
Mewarisi kemampuan basket tingkat dewa, Gavin langsung memecahkan rekor lompatan milik pendiri tim Bara Petir, mengejutkan semua orang. Namun, sang kapten Stefan, yang dipenuhi iri dan prasangka, terus mempermalukannya, bahkan dengan sengaja mencederai kakak Gavin, yaitu Aldi, saat seleksi tim.
Diliputi amarah, Gavin berubah menjadi mimpi buruk di lapangan. Dia menundukkan lawan dan membawa timnya bangkit. Saat menghadapi tim Mahajaya yang diperkuat bintang CBA, mereka tertinggal 32 poin. Gavin kemudian membalikkan keadaan lewat aksi luar biasa: mengejar ketertinggalan hanya dalam 45 detik dan menutup pertandingan dengan slam dunk penentu kemenangan 1,8 detik sebelum bel berbunyi.
Dia pun menggagalkan permainan curang, keputusan wasit yang berat sebelah, dan membuktikan bahwa tinggi badan bukanlah batas. Kemampuanlah yang menentukan segalanya.
EP 40Episode 40
Bintang basket NBA, Raka, tewas dalam kecelakaan helikopter, tapi jiwanya justru merasuki Gavin, remaja bertubuh mungil dengan tinggi hanya 165 cm yang selama ini diejek sebagai "si cebol".
Mewarisi kemampuan basket tingkat dewa, Gavin langsung memecahkan rekor lompatan milik pendiri tim Bara Petir, mengejutkan semua orang. Namun, sang kapten Stefan, yang dipenuhi iri dan prasangka, terus mempermalukannya, bahkan dengan sengaja mencederai kakak Gavin, yaitu Aldi, saat seleksi tim.
Diliputi amarah, Gavin berubah menjadi mimpi buruk di lapangan. Dia menundukkan lawan dan membawa timnya bangkit. Saat menghadapi tim Mahajaya yang diperkuat bintang CBA, mereka tertinggal 32 poin. Gavin kemudian membalikkan keadaan lewat aksi luar biasa: mengejar ketertinggalan hanya dalam 45 detik dan menutup pertandingan dengan slam dunk penentu kemenangan 1,8 detik sebelum bel berbunyi.
Dia pun menggagalkan permainan curang, keputusan wasit yang berat sebelah, dan membuktikan bahwa tinggi badan bukanlah batas. Kemampuanlah yang menentukan segalanya.
EP 41Episode 41
Bintang basket NBA, Raka, tewas dalam kecelakaan helikopter, tapi jiwanya justru merasuki Gavin, remaja bertubuh mungil dengan tinggi hanya 165 cm yang selama ini diejek sebagai "si cebol".
Mewarisi kemampuan basket tingkat dewa, Gavin langsung memecahkan rekor lompatan milik pendiri tim Bara Petir, mengejutkan semua orang. Namun, sang kapten Stefan, yang dipenuhi iri dan prasangka, terus mempermalukannya, bahkan dengan sengaja mencederai kakak Gavin, yaitu Aldi, saat seleksi tim.
Diliputi amarah, Gavin berubah menjadi mimpi buruk di lapangan. Dia menundukkan lawan dan membawa timnya bangkit. Saat menghadapi tim Mahajaya yang diperkuat bintang CBA, mereka tertinggal 32 poin. Gavin kemudian membalikkan keadaan lewat aksi luar biasa: mengejar ketertinggalan hanya dalam 45 detik dan menutup pertandingan dengan slam dunk penentu kemenangan 1,8 detik sebelum bel berbunyi.
Dia pun menggagalkan permainan curang, keputusan wasit yang berat sebelah, dan membuktikan bahwa tinggi badan bukanlah batas. Kemampuanlah yang menentukan segalanya.
EP 42Episode 42
Bintang basket NBA, Raka, tewas dalam kecelakaan helikopter, tapi jiwanya justru merasuki Gavin, remaja bertubuh mungil dengan tinggi hanya 165 cm yang selama ini diejek sebagai "si cebol".
Mewarisi kemampuan basket tingkat dewa, Gavin langsung memecahkan rekor lompatan milik pendiri tim Bara Petir, mengejutkan semua orang. Namun, sang kapten Stefan, yang dipenuhi iri dan prasangka, terus mempermalukannya, bahkan dengan sengaja mencederai kakak Gavin, yaitu Aldi, saat seleksi tim.
Diliputi amarah, Gavin berubah menjadi mimpi buruk di lapangan. Dia menundukkan lawan dan membawa timnya bangkit. Saat menghadapi tim Mahajaya yang diperkuat bintang CBA, mereka tertinggal 32 poin. Gavin kemudian membalikkan keadaan lewat aksi luar biasa: mengejar ketertinggalan hanya dalam 45 detik dan menutup pertandingan dengan slam dunk penentu kemenangan 1,8 detik sebelum bel berbunyi.
Dia pun menggagalkan permainan curang, keputusan wasit yang berat sebelah, dan membuktikan bahwa tinggi badan bukanlah batas. Kemampuanlah yang menentukan segalanya.
EP 43Episode 43
Bintang basket NBA, Raka, tewas dalam kecelakaan helikopter, tapi jiwanya justru merasuki Gavin, remaja bertubuh mungil dengan tinggi hanya 165 cm yang selama ini diejek sebagai "si cebol".
Mewarisi kemampuan basket tingkat dewa, Gavin langsung memecahkan rekor lompatan milik pendiri tim Bara Petir, mengejutkan semua orang. Namun, sang kapten Stefan, yang dipenuhi iri dan prasangka, terus mempermalukannya, bahkan dengan sengaja mencederai kakak Gavin, yaitu Aldi, saat seleksi tim.
Diliputi amarah, Gavin berubah menjadi mimpi buruk di lapangan. Dia menundukkan lawan dan membawa timnya bangkit. Saat menghadapi tim Mahajaya yang diperkuat bintang CBA, mereka tertinggal 32 poin. Gavin kemudian membalikkan keadaan lewat aksi luar biasa: mengejar ketertinggalan hanya dalam 45 detik dan menutup pertandingan dengan slam dunk penentu kemenangan 1,8 detik sebelum bel berbunyi.
Dia pun menggagalkan permainan curang, keputusan wasit yang berat sebelah, dan membuktikan bahwa tinggi badan bukanlah batas. Kemampuanlah yang menentukan segalanya.
EP 44Episode 44
Bintang basket NBA, Raka, tewas dalam kecelakaan helikopter, tapi jiwanya justru merasuki Gavin, remaja bertubuh mungil dengan tinggi hanya 165 cm yang selama ini diejek sebagai "si cebol".
Mewarisi kemampuan basket tingkat dewa, Gavin langsung memecahkan rekor lompatan milik pendiri tim Bara Petir, mengejutkan semua orang. Namun, sang kapten Stefan, yang dipenuhi iri dan prasangka, terus mempermalukannya, bahkan dengan sengaja mencederai kakak Gavin, yaitu Aldi, saat seleksi tim.
Diliputi amarah, Gavin berubah menjadi mimpi buruk di lapangan. Dia menundukkan lawan dan membawa timnya bangkit. Saat menghadapi tim Mahajaya yang diperkuat bintang CBA, mereka tertinggal 32 poin. Gavin kemudian membalikkan keadaan lewat aksi luar biasa: mengejar ketertinggalan hanya dalam 45 detik dan menutup pertandingan dengan slam dunk penentu kemenangan 1,8 detik sebelum bel berbunyi.
Dia pun menggagalkan permainan curang, keputusan wasit yang berat sebelah, dan membuktikan bahwa tinggi badan bukanlah batas. Kemampuanlah yang menentukan segalanya.
EP 45Episode 45
Bintang basket NBA, Raka, tewas dalam kecelakaan helikopter, tapi jiwanya justru merasuki Gavin, remaja bertubuh mungil dengan tinggi hanya 165 cm yang selama ini diejek sebagai "si cebol".
Mewarisi kemampuan basket tingkat dewa, Gavin langsung memecahkan rekor lompatan milik pendiri tim Bara Petir, mengejutkan semua orang. Namun, sang kapten Stefan, yang dipenuhi iri dan prasangka, terus mempermalukannya, bahkan dengan sengaja mencederai kakak Gavin, yaitu Aldi, saat seleksi tim.
Diliputi amarah, Gavin berubah menjadi mimpi buruk di lapangan. Dia menundukkan lawan dan membawa timnya bangkit. Saat menghadapi tim Mahajaya yang diperkuat bintang CBA, mereka tertinggal 32 poin. Gavin kemudian membalikkan keadaan lewat aksi luar biasa: mengejar ketertinggalan hanya dalam 45 detik dan menutup pertandingan dengan slam dunk penentu kemenangan 1,8 detik sebelum bel berbunyi.
Dia pun menggagalkan permainan curang, keputusan wasit yang berat sebelah, dan membuktikan bahwa tinggi badan bukanlah batas. Kemampuanlah yang menentukan segalanya.
EP 46Episode 46
Bintang basket NBA, Raka, tewas dalam kecelakaan helikopter, tapi jiwanya justru merasuki Gavin, remaja bertubuh mungil dengan tinggi hanya 165 cm yang selama ini diejek sebagai "si cebol".
Mewarisi kemampuan basket tingkat dewa, Gavin langsung memecahkan rekor lompatan milik pendiri tim Bara Petir, mengejutkan semua orang. Namun, sang kapten Stefan, yang dipenuhi iri dan prasangka, terus mempermalukannya, bahkan dengan sengaja mencederai kakak Gavin, yaitu Aldi, saat seleksi tim.
Diliputi amarah, Gavin berubah menjadi mimpi buruk di lapangan. Dia menundukkan lawan dan membawa timnya bangkit. Saat menghadapi tim Mahajaya yang diperkuat bintang CBA, mereka tertinggal 32 poin. Gavin kemudian membalikkan keadaan lewat aksi luar biasa: mengejar ketertinggalan hanya dalam 45 detik dan menutup pertandingan dengan slam dunk penentu kemenangan 1,8 detik sebelum bel berbunyi.
Dia pun menggagalkan permainan curang, keputusan wasit yang berat sebelah, dan membuktikan bahwa tinggi badan bukanlah batas. Kemampuanlah yang menentukan segalanya.
EP 47Episode 47
Bintang basket NBA, Raka, tewas dalam kecelakaan helikopter, tapi jiwanya justru merasuki Gavin, remaja bertubuh mungil dengan tinggi hanya 165 cm yang selama ini diejek sebagai "si cebol".
Mewarisi kemampuan basket tingkat dewa, Gavin langsung memecahkan rekor lompatan milik pendiri tim Bara Petir, mengejutkan semua orang. Namun, sang kapten Stefan, yang dipenuhi iri dan prasangka, terus mempermalukannya, bahkan dengan sengaja mencederai kakak Gavin, yaitu Aldi, saat seleksi tim.
Diliputi amarah, Gavin berubah menjadi mimpi buruk di lapangan. Dia menundukkan lawan dan membawa timnya bangkit. Saat menghadapi tim Mahajaya yang diperkuat bintang CBA, mereka tertinggal 32 poin. Gavin kemudian membalikkan keadaan lewat aksi luar biasa: mengejar ketertinggalan hanya dalam 45 detik dan menutup pertandingan dengan slam dunk penentu kemenangan 1,8 detik sebelum bel berbunyi.
Dia pun menggagalkan permainan curang, keputusan wasit yang berat sebelah, dan membuktikan bahwa tinggi badan bukanlah batas. Kemampuanlah yang menentukan segalanya.
EP 48Episode 48
Bintang basket NBA, Raka, tewas dalam kecelakaan helikopter, tapi jiwanya justru merasuki Gavin, remaja bertubuh mungil dengan tinggi hanya 165 cm yang selama ini diejek sebagai "si cebol".
Mewarisi kemampuan basket tingkat dewa, Gavin langsung memecahkan rekor lompatan milik pendiri tim Bara Petir, mengejutkan semua orang. Namun, sang kapten Stefan, yang dipenuhi iri dan prasangka, terus mempermalukannya, bahkan dengan sengaja mencederai kakak Gavin, yaitu Aldi, saat seleksi tim.
Diliputi amarah, Gavin berubah menjadi mimpi buruk di lapangan. Dia menundukkan lawan dan membawa timnya bangkit. Saat menghadapi tim Mahajaya yang diperkuat bintang CBA, mereka tertinggal 32 poin. Gavin kemudian membalikkan keadaan lewat aksi luar biasa: mengejar ketertinggalan hanya dalam 45 detik dan menutup pertandingan dengan slam dunk penentu kemenangan 1,8 detik sebelum bel berbunyi.
Dia pun menggagalkan permainan curang, keputusan wasit yang berat sebelah, dan membuktikan bahwa tinggi badan bukanlah batas. Kemampuanlah yang menentukan segalanya.
Eksklusif di Aplikasi: Buka Gratis
Buka

