Si Pendek Dewa Basket Semua Episode
89 Semua Episode
Episode 31 - Si Pendek Dewa Basket
Bintang basket NBA, Raka, tewas dalam kecelakaan helikopter, tapi jiwanya justru merasuki Gavin, remaja bertubuh mungil dengan tinggi hanya 165 cm yang selama ini diejek sebagai "si cebol".
Mewarisi kemampuan basket tingkat dewa, Gavin langsung memecahkan rekor lompatan milik pendiri tim Bara Petir, mengejutkan semua orang. Namun, sang kapten Stefan, yang dipenuhi iri dan prasangka, terus mempermalukannya, bahkan dengan sengaja mencederai kakak Gavin, yaitu Aldi, saat seleksi tim.
Diliputi amarah, Gavin berubah menjadi mimpi buruk di lapangan. Dia menundukkan lawan dan membawa timnya bangkit. Saat menghadapi tim Mahajaya yang diperkuat bintang CBA, mereka tertinggal 32 poin. Gavin kemudian membalikkan keadaan lewat aksi luar biasa: mengejar ketertinggalan hanya dalam 45 detik dan menutup pertandingan dengan slam dunk penentu kemenangan 1,8 detik sebelum bel berbunyi.
Dia pun menggagalkan permainan curang, keputusan wasit yang berat sebelah, dan membuktikan bahwa tinggi badan bukanlah batas. Kemampuanlah yang menentukan segalanya.
Episode 32 - Si Pendek Dewa Basket
Bintang basket NBA, Raka, tewas dalam kecelakaan helikopter, tapi jiwanya justru merasuki Gavin, remaja bertubuh mungil dengan tinggi hanya 165 cm yang selama ini diejek sebagai "si cebol".
Mewarisi kemampuan basket tingkat dewa, Gavin langsung memecahkan rekor lompatan milik pendiri tim Bara Petir, mengejutkan semua orang. Namun, sang kapten Stefan, yang dipenuhi iri dan prasangka, terus mempermalukannya, bahkan dengan sengaja mencederai kakak Gavin, yaitu Aldi, saat seleksi tim.
Diliputi amarah, Gavin berubah menjadi mimpi buruk di lapangan. Dia menundukkan lawan dan membawa timnya bangkit. Saat menghadapi tim Mahajaya yang diperkuat bintang CBA, mereka tertinggal 32 poin. Gavin kemudian membalikkan keadaan lewat aksi luar biasa: mengejar ketertinggalan hanya dalam 45 detik dan menutup pertandingan dengan slam dunk penentu kemenangan 1,8 detik sebelum bel berbunyi.
Dia pun menggagalkan permainan curang, keputusan wasit yang berat sebelah, dan membuktikan bahwa tinggi badan bukanlah batas. Kemampuanlah yang menentukan segalanya.
Episode 33 - Si Pendek Dewa Basket
Bintang basket NBA, Raka, tewas dalam kecelakaan helikopter, tapi jiwanya justru merasuki Gavin, remaja bertubuh mungil dengan tinggi hanya 165 cm yang selama ini diejek sebagai "si cebol".
Mewarisi kemampuan basket tingkat dewa, Gavin langsung memecahkan rekor lompatan milik pendiri tim Bara Petir, mengejutkan semua orang. Namun, sang kapten Stefan, yang dipenuhi iri dan prasangka, terus mempermalukannya, bahkan dengan sengaja mencederai kakak Gavin, yaitu Aldi, saat seleksi tim.
Diliputi amarah, Gavin berubah menjadi mimpi buruk di lapangan. Dia menundukkan lawan dan membawa timnya bangkit. Saat menghadapi tim Mahajaya yang diperkuat bintang CBA, mereka tertinggal 32 poin. Gavin kemudian membalikkan keadaan lewat aksi luar biasa: mengejar ketertinggalan hanya dalam 45 detik dan menutup pertandingan dengan slam dunk penentu kemenangan 1,8 detik sebelum bel berbunyi.
Dia pun menggagalkan permainan curang, keputusan wasit yang berat sebelah, dan membuktikan bahwa tinggi badan bukanlah batas. Kemampuanlah yang menentukan segalanya.
Episode 34 - Si Pendek Dewa Basket
Bintang basket NBA, Raka, tewas dalam kecelakaan helikopter, tapi jiwanya justru merasuki Gavin, remaja bertubuh mungil dengan tinggi hanya 165 cm yang selama ini diejek sebagai "si cebol".
Mewarisi kemampuan basket tingkat dewa, Gavin langsung memecahkan rekor lompatan milik pendiri tim Bara Petir, mengejutkan semua orang. Namun, sang kapten Stefan, yang dipenuhi iri dan prasangka, terus mempermalukannya, bahkan dengan sengaja mencederai kakak Gavin, yaitu Aldi, saat seleksi tim.
Diliputi amarah, Gavin berubah menjadi mimpi buruk di lapangan. Dia menundukkan lawan dan membawa timnya bangkit. Saat menghadapi tim Mahajaya yang diperkuat bintang CBA, mereka tertinggal 32 poin. Gavin kemudian membalikkan keadaan lewat aksi luar biasa: mengejar ketertinggalan hanya dalam 45 detik dan menutup pertandingan dengan slam dunk penentu kemenangan 1,8 detik sebelum bel berbunyi.
Dia pun menggagalkan permainan curang, keputusan wasit yang berat sebelah, dan membuktikan bahwa tinggi badan bukanlah batas. Kemampuanlah yang menentukan segalanya.
Episode 35 - Si Pendek Dewa Basket
Bintang basket NBA, Raka, tewas dalam kecelakaan helikopter, tapi jiwanya justru merasuki Gavin, remaja bertubuh mungil dengan tinggi hanya 165 cm yang selama ini diejek sebagai "si cebol".
Mewarisi kemampuan basket tingkat dewa, Gavin langsung memecahkan rekor lompatan milik pendiri tim Bara Petir, mengejutkan semua orang. Namun, sang kapten Stefan, yang dipenuhi iri dan prasangka, terus mempermalukannya, bahkan dengan sengaja mencederai kakak Gavin, yaitu Aldi, saat seleksi tim.
Diliputi amarah, Gavin berubah menjadi mimpi buruk di lapangan. Dia menundukkan lawan dan membawa timnya bangkit. Saat menghadapi tim Mahajaya yang diperkuat bintang CBA, mereka tertinggal 32 poin. Gavin kemudian membalikkan keadaan lewat aksi luar biasa: mengejar ketertinggalan hanya dalam 45 detik dan menutup pertandingan dengan slam dunk penentu kemenangan 1,8 detik sebelum bel berbunyi.
Dia pun menggagalkan permainan curang, keputusan wasit yang berat sebelah, dan membuktikan bahwa tinggi badan bukanlah batas. Kemampuanlah yang menentukan segalanya.
Episode 36 - Si Pendek Dewa Basket
Bintang basket NBA, Raka, tewas dalam kecelakaan helikopter, tapi jiwanya justru merasuki Gavin, remaja bertubuh mungil dengan tinggi hanya 165 cm yang selama ini diejek sebagai "si cebol".
Mewarisi kemampuan basket tingkat dewa, Gavin langsung memecahkan rekor lompatan milik pendiri tim Bara Petir, mengejutkan semua orang. Namun, sang kapten Stefan, yang dipenuhi iri dan prasangka, terus mempermalukannya, bahkan dengan sengaja mencederai kakak Gavin, yaitu Aldi, saat seleksi tim.
Diliputi amarah, Gavin berubah menjadi mimpi buruk di lapangan. Dia menundukkan lawan dan membawa timnya bangkit. Saat menghadapi tim Mahajaya yang diperkuat bintang CBA, mereka tertinggal 32 poin. Gavin kemudian membalikkan keadaan lewat aksi luar biasa: mengejar ketertinggalan hanya dalam 45 detik dan menutup pertandingan dengan slam dunk penentu kemenangan 1,8 detik sebelum bel berbunyi.
Dia pun menggagalkan permainan curang, keputusan wasit yang berat sebelah, dan membuktikan bahwa tinggi badan bukanlah batas. Kemampuanlah yang menentukan segalanya.
Episode 37 - Si Pendek Dewa Basket
Bintang basket NBA, Raka, tewas dalam kecelakaan helikopter, tapi jiwanya justru merasuki Gavin, remaja bertubuh mungil dengan tinggi hanya 165 cm yang selama ini diejek sebagai "si cebol".
Mewarisi kemampuan basket tingkat dewa, Gavin langsung memecahkan rekor lompatan milik pendiri tim Bara Petir, mengejutkan semua orang. Namun, sang kapten Stefan, yang dipenuhi iri dan prasangka, terus mempermalukannya, bahkan dengan sengaja mencederai kakak Gavin, yaitu Aldi, saat seleksi tim.
Diliputi amarah, Gavin berubah menjadi mimpi buruk di lapangan. Dia menundukkan lawan dan membawa timnya bangkit. Saat menghadapi tim Mahajaya yang diperkuat bintang CBA, mereka tertinggal 32 poin. Gavin kemudian membalikkan keadaan lewat aksi luar biasa: mengejar ketertinggalan hanya dalam 45 detik dan menutup pertandingan dengan slam dunk penentu kemenangan 1,8 detik sebelum bel berbunyi.
Dia pun menggagalkan permainan curang, keputusan wasit yang berat sebelah, dan membuktikan bahwa tinggi badan bukanlah batas. Kemampuanlah yang menentukan segalanya.
Episode 38 - Si Pendek Dewa Basket
Bintang basket NBA, Raka, tewas dalam kecelakaan helikopter, tapi jiwanya justru merasuki Gavin, remaja bertubuh mungil dengan tinggi hanya 165 cm yang selama ini diejek sebagai "si cebol".
Mewarisi kemampuan basket tingkat dewa, Gavin langsung memecahkan rekor lompatan milik pendiri tim Bara Petir, mengejutkan semua orang. Namun, sang kapten Stefan, yang dipenuhi iri dan prasangka, terus mempermalukannya, bahkan dengan sengaja mencederai kakak Gavin, yaitu Aldi, saat seleksi tim.
Diliputi amarah, Gavin berubah menjadi mimpi buruk di lapangan. Dia menundukkan lawan dan membawa timnya bangkit. Saat menghadapi tim Mahajaya yang diperkuat bintang CBA, mereka tertinggal 32 poin. Gavin kemudian membalikkan keadaan lewat aksi luar biasa: mengejar ketertinggalan hanya dalam 45 detik dan menutup pertandingan dengan slam dunk penentu kemenangan 1,8 detik sebelum bel berbunyi.
Dia pun menggagalkan permainan curang, keputusan wasit yang berat sebelah, dan membuktikan bahwa tinggi badan bukanlah batas. Kemampuanlah yang menentukan segalanya.
Episode 39 - Si Pendek Dewa Basket
Bintang basket NBA, Raka, tewas dalam kecelakaan helikopter, tapi jiwanya justru merasuki Gavin, remaja bertubuh mungil dengan tinggi hanya 165 cm yang selama ini diejek sebagai "si cebol".
Mewarisi kemampuan basket tingkat dewa, Gavin langsung memecahkan rekor lompatan milik pendiri tim Bara Petir, mengejutkan semua orang. Namun, sang kapten Stefan, yang dipenuhi iri dan prasangka, terus mempermalukannya, bahkan dengan sengaja mencederai kakak Gavin, yaitu Aldi, saat seleksi tim.
Diliputi amarah, Gavin berubah menjadi mimpi buruk di lapangan. Dia menundukkan lawan dan membawa timnya bangkit. Saat menghadapi tim Mahajaya yang diperkuat bintang CBA, mereka tertinggal 32 poin. Gavin kemudian membalikkan keadaan lewat aksi luar biasa: mengejar ketertinggalan hanya dalam 45 detik dan menutup pertandingan dengan slam dunk penentu kemenangan 1,8 detik sebelum bel berbunyi.
Dia pun menggagalkan permainan curang, keputusan wasit yang berat sebelah, dan membuktikan bahwa tinggi badan bukanlah batas. Kemampuanlah yang menentukan segalanya.
Episode 40 - Si Pendek Dewa Basket
Bintang basket NBA, Raka, tewas dalam kecelakaan helikopter, tapi jiwanya justru merasuki Gavin, remaja bertubuh mungil dengan tinggi hanya 165 cm yang selama ini diejek sebagai "si cebol".
Mewarisi kemampuan basket tingkat dewa, Gavin langsung memecahkan rekor lompatan milik pendiri tim Bara Petir, mengejutkan semua orang. Namun, sang kapten Stefan, yang dipenuhi iri dan prasangka, terus mempermalukannya, bahkan dengan sengaja mencederai kakak Gavin, yaitu Aldi, saat seleksi tim.
Diliputi amarah, Gavin berubah menjadi mimpi buruk di lapangan. Dia menundukkan lawan dan membawa timnya bangkit. Saat menghadapi tim Mahajaya yang diperkuat bintang CBA, mereka tertinggal 32 poin. Gavin kemudian membalikkan keadaan lewat aksi luar biasa: mengejar ketertinggalan hanya dalam 45 detik dan menutup pertandingan dengan slam dunk penentu kemenangan 1,8 detik sebelum bel berbunyi.
Dia pun menggagalkan permainan curang, keputusan wasit yang berat sebelah, dan membuktikan bahwa tinggi badan bukanlah batas. Kemampuanlah yang menentukan segalanya.
Eksklusif di Aplikasi: Buka Gratis
Buka

