Demi masa depan, ia rela mengkhianati hubungan tujuh tahun mereka, meninggalkan Milo sendirian di titik terendahnya dalam menghadapi penyakit sang ibu dan utang perusahaan. Ia tidak tahu bahwa game bisnis yang dimenangkan Milo kini menjadi kenyataan, dan Milo mewarisi kerajaan bisnis beserta aset yang sangat besar. Ia mengira telah membuang beban hidup, padahal ia telah melewatkan puncak kesuksesan yang takkan pernah bisa ia gapai lagi seumur hidup.