Saat hamil tujuh bulan anak keduanya, Natalie mendapati suaminya selama sepuluh tahun pernah menikah sah dengan wanita lain. Pengkhianatan itu menghancurkan dunianya. Bertekad pergi, ia bersiap kembali ke keluarga kandungnya yang berkuasa, tetapi malah melahirkan prematur. Keterlambatan penanganan merenggut nyawa calon bayinya. Setelah harapan terakhirnya padam, Natalie memutuskan semua ikatan emosional dan diterima kembali oleh keluarga elite yang pernah ia tinggalkan.